JAKARTA–Geraijenderal: Pemerintah baru saja menyelesaikan tiga bendungan baru untuk mendukung produktivitas tanaman pangan di wilayah-wilayah lumbung pangan.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mulai melakukan pengisian air awal pada bulan Juni ini.

Ketiga bendungan tersebut adalah Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu Lampung, Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, serta Bendungan Kuningan di Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Penyelesaian ketiga bendungan tersebut sengaja dikebut untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Pembangunan ketiga bendungan juga merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah daya tampung air agar suplai air melalui irigasi ke wilayah-wilayah lumbung pangan nasional tetap terjaga.

“Pembangunan bendungan diikuti pula dengan pembangunan jaringan irigasi,” kata Endra S. Atmawidjaja Juru Bicara Menteri PUPR dalam keterangannya, Kamis (24/6).

Menurutnya, dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam setahun.

Pembangunan bendungan dengan kelengkapan jaringan irigasinya diharapkan membantu petani meningkatkan intensitas tanam dibanding sebelumnya yang hanya mengandalkan tadah hujan.

Kapasitas tampung Bendungan Way Sekampung mencapai 68 juta meter kubik dan akan dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi seluas 72.707 hektare di Daerah Irigasi (DI) Sekampung seluas 55.373 hektare serta menambah areal irigasi DI Rumbia Extension seluas 17.334 hektare.

Selain itu, bendungan yang berlokasi di Kabupaten Pringsewu ini juga berpotensi sebagai penyedia air baku untuk Kota Bandar Lampung, Kota Metro, dan Kabupaten Lampung Selatan sebesar 2.482 liter per detik, tenaga listrik sebesar 5,4 megawatt, serta menjadi objek wisata.

Sementara itu, Bendungan Paselloreng memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik dan luas genangan 169 hektare. Bendungan yang dipadukan dengan bendung dan jaringan irigasi Gilireng ini mampu mengairi areal persawahan seluas 8.510 hektare.

Bendungan ini juga bisa menjadi sumber air baku untuk 4 kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 200 liter per detik. Selain itu juga sebagai infrastruktur pengendali banjir wilayah hilir Sungai Gilireng sebesar 1.000 meter kubik per detik, pengembangan sektor perikanan air tawar dan pariwisata serta konservasi sumber daya air pada kawasan green belt.

Terakhir, Bendungan Kuningan memiliki kapasitas tampung 25,9 juta meter kubik dengan luas genangan 221,59 hektare. Bendungan ini akan menyuplai air bagi daerah irigasi seluas 3.000 hektare di beberapa daerah Jawa Barat bagian Timur dan sebagian untuk Jawa Tengah.

Selain irigasi, manfaat lainnya adalah sebagai sumber air baku bagi Kabupaten Kuningan sebesar 0,30 meter kubik per detik, mereduksi debit banjir sebesar 213 meter kubik per detik, dan berpotensi sebagai sumber tenaga listrik 0,50 megawatt. (imt)

Avatar

By admin

GeRal (https://geraijenderal.id) merupakan platform berbagi informasi positif, Independen tentang ketahanan pangan dan berita inspirasi informasi Bisnis & UMKM se-Indonesia dengan bermacam potensi yang dimiliki.

Tinggalkan Balasan

Lagi Hangat Selamat Hari Bakti TNI AU Ke-74 Qoutes of day