Ternyata berpenghasilan ratusan juta rupiah itu bukan bualan. Bagi para Youtuber, penghasilan sebesar itu nyata. Inilah yang berhasil dibuktikan oleh Siswanto alias Siboen, Youtuber kampung asal Desa Kasegeran Banyumas, Jawa Tengah. Kini, Siswanto bersama beberapa pemuda desa lain membuat Kampung Youtuber.

Siswanto terinspirasi oleh Atta Halilintar, Youtuber papan atas yang kaya raya dari membuat konten. Inspirasi itu datang saat hidupnya didera frustasi akibat begitu banyak pekerjaan yang dia geluti mengalami kegagalan, dalam arti tak banyak menghasilkan uang.

Sebelumnya, ia pernah bekerja sebagai karyawan bengkel di Yogyakarta, lalu mendirikan bengkel di kampung hingga menjadi tukang las di Jakarta. Siswanto yang hanya tamatan SD, memang punya latar belakang perbengkelan. Ia pernah ikut pelatihan di sebuah balai latihan kerja di Magelang dan lama magang.

Bukan hal mudah bagi Siswanto mengawali profesi sebagai Youtuber. Jangan bayangkan dia punya modal peralatan syuting yang lengkap apalagi profesional. Modal awalnya hanya berupa HP Xiaomi yang dibeli dengan menggadaikan gelang milik sang istri. Internet, dia menumpang gratis di balai desa, meski lemot.

Dengan akun bernama Siboen Chanel (satu n), Siswanto membangun sejumlah channel. Awalnya tentang perbengkelan. Dia membuat tutorial-tutorial sederhana, seperti cara membuka dan memasang accu motor dan lain sebagainya. Channelnya lalu berkembang, dia pun mulai mengangkat kehidupan sehari-hari seperti mancing, jalan-jalan, dan lain sebagainya.

Siswanto saat ini dianggap oleh banyak pihak, termasuk media, sebagai Youtuber sukses dari kampung. Kisahnya viral dan menjadi perbincangan banyak orang. Padahal sebelumnya, oleh orang-orang kampung ia sempat dituding macam-macam. Dari mulai pesugihan, pelihara tuyul, hingga teroris.

Dari ber-Youtube, Siswanto bisa meraup penghasilan 50 juta rupiah, bahkan pernah mencapai 200 juta rupiah. Penghasilan yang bukan lagi besar untuk ukuran orang desa, tapi besar sekali.

Siswanto kini memiliki 1,24 juta subscribers. Sudah lebih dari 2 ribu konten video dia unggah di akun Youtube-nya sejak tahun 2017.

Sejak tahun 2019, Siswanto mulai mengajak para pemuda lain di kampungnya untuk nge-Youtube bersama, mencari penghasilan atau gaji dari YouTube. Sejumlah pemuda bergabung, namun ada yang lanjut, ada pula yang tidak. Saat ini ada sekitar 30-an pemuda di kampung tersebut yang mengikuti jejak Siswanto. Membuat konten YouTube dan mendapat gaji dari YouTube.

Siswanto sendiri, sudah mampu membeli sawah, mobil, membeli rumah dan kios dari hasil membuat konten di Youtube. Ia pun kini dijuluki Youtuber sukses di kampungnya.

Siswanto membuka kelas YouTuber di lahan bekas kebun yang kemudian  menjadi cikal-bakal berdirinya ‘Kampung YouTuber’.

Mantan Menteri BUMN dan wartawan senior Dahlan Iskan, memuji Siswanto dalam artikelnya berjudul ‘Siboen Halilintar’ dengan mengatakan, “Ia tergolong barisan from zero to hero zaman baru: Siboen. Si juara YouTuber di kelasnya. Si orang desa. Si anak buruh tani.” Siswanto sendiri berpesan kepada para calon Youtuber. Membangun channel Youtube itu anggap saja menyalurkan hobi. Jangan diniatkan mencari uang. Bikin happy saja. Sehingga banyak ide yang bisa dihasilkan untuk membuat konten. Jika konten sudah banyak, konsisten, di situlah pundi-pundi akan dihasilkan. (imt)

Avatar

By admin

GeRal (https://geraijenderal.id) merupakan platform berbagi informasi positif, Independen tentang ketahanan pangan dan berita inspirasi informasi Bisnis & UMKM se-Indonesia dengan bermacam potensi yang dimiliki.

Tinggalkan Balasan

Lagi Hangat Selamat Hari Bakti TNI AU Ke-74 Qoutes of day