Jakarta–GeRal: Berawal dari kegemarannya memasak rendang, Tuanku Herman yang memang berdarah minang ini dulu pernah mengembangkan bisnis rendang sewaktu tinggal di kotanya, Bukit Tinggi Sumatera Barat. Namun dalam perjalanannya bisnis itu terhenti di tengah jalan.

Herman kemudian tinggal di Jakarta. Tahun lalu, ada seorang teman SMA-nya menawarkan kerja sama bisnis untuk memasok makanan ringan atau snack di salah satu perbankan di Jakarta, namun karena situasi pandemi Covid-19 rencana itu tidak berjalan.

Herman yang punya keahlian memasak rendang itu memang tidak begitu ahli membuat snack. Tapi itu bukan halangan, dia bisa mencari orang untuk melakukannya.

“Saya pribadi tidak bisa bikin snack semacam roti dan lain sebagainya, karena itu saya cari partner,” kata saat Herman ditemui GeRal di Jakarta, Sabtu (24/7). 

Herman pun bertemu dengan partner, namanya Puti Nia, mereka berdua lalu bersepakat untuk mendirikan Dapoer el Mania pada 6 Juli 2021 lalu. Usaha kecil atau UMKM ini berfokus pada snack seperti roti, pastel dan lain sebagainya dengan ciri khas isi rendang.

Selain itu, Dapoer el Mania juga tak ketinggalan menjual rendang yang memang sejak awal sudah menjadi fokus bisnis kuliner sang owner.

“Tepat 6 Juli kemarin kita masarin, jadi belum lama, tapi grafiknya lumayan naik,” kata Herman.

Dapoer el Mania menjual varian roti midi atau dikenal dengan roti unyil, pastel, hingga risoles. Bedanya, yang juga merupakan keunggulan, adalah semua isian ada unsur rendangnya.

“Jadi, kita ingin mengangkat makanan tradisional kita sendiri. Apalagi rendang kan juga sudah diakui dunia,” ulasnya.

Saat ini Dapoer el Mania bergerak dari dapurnya di Bumi Serpong Damai (BSD). Untuk sementara, proses penjualan masih menggunakan sistem online hanya lewat aplikasi perpesanan WhatsApp.

“Jadi, kita mencari pesanan sejumlah satu atau setengah adonan terlebih dulu, sekitar 50 orang, baru kita buatkan,” jelasnya.

Melalui sistem pre order tersebut, menurut sang pemilik animo masyarakat cukup tinggi. Meski belum satu bulan menjalani bisnisnya, Dapoer el Mania sudah mampu menjual lebih dari 500 potong roti buatannya.

“Saya kira, meski kita belum gencar melakukan promosi, grafik penjualannya lumayan bagus,” ujar Herman.

Selain roti rendang Dapoer el Mania juga memproduksi varian roti sosis, roti daging, roti abon, roti taro, roti keju cokelat, roti cokelat meses, roti kacang vanila, dan roti susu.

Herman berharap, ke depannya Dapoer el Mania bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar bisa berkembang dengan baik, misalnya, investasi atau perluasan market lewat e commerce.

“Tapi untuk sementara, kita mengalir saja dulu. Kita akan melihat perkembangan dari bisnis ini,” tuturnya.

Seperti halnya bisnis kecil (UMKM) lainnya, di masa pandemi ini Dapoer el Mania ingin tetap bertahan dan berkembang dengan berbagai cara, termasuk dengan memiliki toko roti sendiri.

Dirinya optimis, bisnis kuliner seperti roti, adalah bisnis yang tetap dibutuhkan walaupun di masa pandemi.

“Kan, orang tetap makan walaupun pandemi,” ujarnya. 

Menurut Herman, dalam bisnis roti sejauh yang ia pelajari, termasuk juga bisnis pada umumnya, mereka harus mempunyai pelanggan tetap yang rutin memesan setiap minggu atau setiap bulan dalam jumlah tertentu.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan alternatif di tengah masa pandemi Covid-19 ketika banyak bisnis skala besar tak mampu bertahan atau gulung tikar. Usaha roti Tuanku Herman adalah contoh, betapa bisnis kecil khususnya di bidang kuliner menjadi  salah satu yang mampu bertahan di tengah badai pandemi yang belum tahu kapan berakhir. (imt/djo)

Avatar

By admin

GeRal (https://geraijenderal.id) merupakan platform berbagi informasi positif, Independen tentang ketahanan pangan dan berita inspirasi informasi Bisnis & UMKM se-Indonesia dengan bermacam potensi yang dimiliki.

Tinggalkan Balasan

Lagi Hangat Selamat Hari Bakti TNI AU Ke-74 Qoutes of day