Klaten–GeRal: Kebijakan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk mendukung keberlangsungan usaha para petani. Salah satunya, dengan mewajibkan unsur masyarakat membeli produk pertanian lokal.

Hal inilah yang dilakukan oleh Bupati Klaten Jawa Tengah Sri Mulyani. Ia baru-baru ini menginstruksikan para aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Kabupaten Klaten untuk membeli beras rojolele milik para petani lokal.

“Perlu saya sampaikan bahwa hari ini saya sudah menandatangani surat instruksi  bagi seluruh ASN Klaten agar membeli beras petani, khususnya beras rojolele Srinar dan Srinuk,” kata Bupati usai mengikuti upacara Peringatan Hari Jadi ke-217 Kabupaten Klaten Rabu (28/7).

Bupati menyampaikan, untuk teknis pembeliannya akan diatur sebaik mungkin. Intinya, kebijakan tersebut merupakan bukti kebanggaan terhadap produk pertanian Klaten.

“Agar rojolele kembali menjadi komoditas unggulan masyarakat petani Klaten,” lanjut Sri Mulyani.

Rencananya, untuk mekanisme pembelian beras rojolele tersebut akan diatur melalui Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha. Ketentuan selengkapnya sudah diatur melalui Instruksi Bupati.

Sementara itu, Direktur Perusda Aneka Usaha, Sukardi mengatakan, pihaknya siap mengoordinasikan pembelian para ASN. Pemesanan bisa difasilitasi melalui kantor masing-masing.

“Nanti sesuai Surat Instruksi Bupati akan mengatur. Melalui OPD atau kantor masing-masing untuk memesan melalui Perusda Aneka Usaha. Jadi semuanya terkoordinir dengan baik,” jelasnya.

Sejumlah ASN di Kabupaten Klaten mengaku siap menjalankan Instruksi Bupati. Kendati begitu, mereka berharap agar harga beras rojolele tersebut tidak terlalu mahal atau harga wajar. Sebagai pembanding, harga beras kualitas baik seperti Mentik Wangi di Kabupaten Klaten berharga Rp12.000/kg.

Kewajiban membeli beras petani lokal bagi ASN di Kabupaten Klaten tertuang dalam Instruksi Bupati Klaten Nomor 1 Tahun 2021 tanggal 16 Juni 2021 tentang Gerakan Memasyarakatkan Beras Rojolele Srinar dan Srinuk bagi ASN dan Pegawai BUMD di Lingkungan Kabupaten Klaten.

Dalam instruksi disebutkan, bagi pejabat eselon II di Kabupaten Klaten diminta membeli minimal 20 kg per bulan dan eselon III minimal 15 kg per bulan. Sedangkan untuk ASN lainnya dan pegawai BUMD diminta membeli minimal 10 kg per bulan. Semoga upaya tersebut benar-benar bertujuan agar para petani lokal, sebagai soko guru ketahanan pangan, menjadi lebih sejahtera. (imt)

Avatar

By admin

GeRal (https://geraijenderal.id) merupakan platform berbagi informasi positif, Independen tentang ketahanan pangan dan berita inspirasi informasi Bisnis & UMKM se-Indonesia dengan bermacam potensi yang dimiliki.

Tinggalkan Balasan

Lagi Hangat Selamat Hari Bakti TNI AU Ke-74 Qoutes of day