Bogor–GeRal: Pria itu bernama Alex Brik Zubaidi, pemilik usaha sirup buah pala khas Bogor dengan merek Cielo. Siapa sangka, daging buah pala yang kini menjadi bahan baku sirupnya, dulu hanya dianggap limbah oleh petani.

Sebelum menggeluti bisnis sirup buah pala, Alex merupakan seorang pengusaha restoran di Bogor. Selain restoran, Alex juga menggeluti usaha konter hp dan tanaman hias.

Suatu hari, pria yang hobi bermain band ini pergi ke sebuah perkebunan pala di Ciapus, Bogor. Di sana ia bertemu dengan para petani yang tengah mengambil biji-biji pala dengan membelah dagingnya. Namun yang membuatnya heran, setelah diambil bijinya daging-daging pala itu dibuang begitu saja.

“Saya bilang, kenapa itu dibuang. Orang itu menjawab bahwa yang dibuang itu kulit. Padahal setelah saya perhatikan itu daging,” cerita Alex kepada GeRal.

Alex kemudian menyaksikan tumpukan daging buah pala, yang oleh para petani disebut sebagai kulit itu, dikubur begitu saja.

“Saya menangis melihat itu. Mereka seperti tidak menghargai daging buah pala, dan membuangnya begitu saja,” kisahnya.

Alex lalu menyimpulkan apa yang dilihatnya tersebut sebagai sebuah  kerusakan secara budaya.

“Daging buah pala mereka sebut sebagai kulit. Saya tidak tega mereka menguburnya,” lanjutnya.

Kemudian Alex pulang dan segera mencari berbagai referensi tentang buah pala melalui Google, hingga akhirnya ia menemukan cara memanfaatkan daging buah pala, yaitu dengan menjadikannya sebagai sirup buah.

Tanpa berpikir panjang, Alex pun mulai membuat sirup buah pala dengan modal seadanya, tentu sambil menjalankan usaha-usahanya yang lain.

Kini, produksi sirup buah pala Cielo milik Alex sudah berjalan selama sepuluh tahun.

“Jadi, pertama kali saya membuat sirup pala ini niatnya adalah memanfaatkan daging buah pala asli yang selama ini terbuang karena dianggap limbah,” tuturnya.

Saat ini sirup buah pala Cielo milik Alex sudah tersebar cukup banyak tersebar di toko-toko di daerah bogor, khususnya toko oleh-oleh. Masyarakat Bogor juga sudah mulai mengenal.

Sirup buah pala Cielo dikemas dengan botol kaca maupun plastik berbagai ukuran, seperti ukuran 630 ml dan 350 ml. Alex juga membuat ukuran jerigen untuk kebutuhan katering di acara pernikahan atau acara lainnya.

Selain pala, kini Alex juga memproduksi sirup nanas dan lemon dengan berbagai ukuran kemasan. Konsepnya tetap sama, yakni menggunakan buah dan gula asli. Ke depan Alex juga akan mengembangkan sirup bermacam-macam buah seperti salak, delima, mengkudu, dan lain sebagainya sesuai dengan permintaan dari pasar atau masyarakat.

Selain produk sirup, Alex juga memanfaatkan daging pala untuk dibuat sebagai selai pala dan topping pala. Rencananya, dia juga akan mengembangkan buah pala sebagai produk obat herbal semacam obat tidur, namun semua masih dalam proses.

Bisa dibilang Cielo merupakan pelopor sirup yang menggunakan buah asli dan gula asli di Bogor.

Untuk memulai usaha sirup buah pala boleh dikatakan tidak ada kendala berarti bagi Alex, karena bahan bakunya melimpah dan modalnya tidak begitu besar. Namun, menurutnya yang paling sulit dari usahanya itu adalah mempertahankan konsistensi.

“Kalau memulai itu mudah, yang sulit mempertahankannya,” kata Alex.

Pandemi Covid-19 diakui atau tidak berpengaruh bagi banyak usaha kecil termasuk usaha sirup buah palanya. Dia mengaku sudah mengurangi pegawai sebanyak 50 persen karena penjualan menurun. Tapi bukan berarti usahanya berhenti.

Alex terus berusaha memasukan penawaran ke toko-toko atau restoran baru, meskipun sulit. Dia juga membangun jaringan reseller, memasang  banner dan melakukan upaya-upaya lain.

“Kita lakukan segala upaya untuk tetap survive meski bukan hal yang mudah,” ujar Alex.

Gerakan minum buah asli

Saat ini Alex tengah mengkampanyekan sebuah gerakan bernama ‘Gerakan Minum Buah Asli’. Hal tersebut berawal dari keprihatinannya yang melihat masih banyak masyarakat mengkonsumsi minuman yang seolah-olah buah tapi sebenarnya kimia.

“Saya ingin supaya orang minum buah asli. Jangan terbiasa beli yang murah tapi bahannya kimia,” kata Alex.

Menurutnya, siapa pun bisa berkolaborasi dalam gerakan ini, yang penting memiliki misi yang sama, yaitu mendorong masyarakat minum buah asli.

Alex berharap ke depan masyarakat bisa semakin sadar tentang minuman berbahan buah dan gula asli yang lebih menyehatkan ketimbang minuman berbahan kimia. Karena itu, dia mendorong sebagai sebuah gerakan bersama. “Saya harapkan ini bisa menjadi budaya satu daerah, misalnya budaya Jawa Barat minum sirup buah pala pada bulan puasa atau ketika ada tamu dari daerah lain,” tandasnya. (djo)

Avatar

By admin

GeRal (https://geraijenderal.id) merupakan platform berbagi informasi positif, Independen tentang ketahanan pangan dan berita inspirasi informasi Bisnis & UMKM se-Indonesia dengan bermacam potensi yang dimiliki.

Tinggalkan Balasan

Lagi Hangat Selamat Hari Bakti TNI AU Ke-74 Qoutes of day