Solo–GeRal: Kuliner menjadi salah satu bisnis yang relatif bertahan meski di musim pandemi Covid-19. Dalam kondisi apapun ternyata orang-orang tetap membutuhkan makanan atau jajanan. Hal inilah yang membuat para pelaku bisnis kuliner tetap optimis meski pandemi tak kunjung habis.

Pandemi Covid-19 menyurutkan niat para pelaku usaha kuliner  membuka tempat makan baru dengan mengangkat menu unggulan yang diyakini mampu mendatangkan banyak konsumen.

Seperti yang dilakukan Baso Aci Neng Sabil di kawasan Gembongan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Meski tempatnya bukan di Bandung, bahkan jauh dari Kota Kembang itu, rumah makan berkonsep sederhana di pinggiran sawah ini tidak ragu mengangkat menu khas Bandung.

Syafira Salsabila Rizal sang pemilik mengaku tertarik menjajal potensi pasar yang ada di perbatasan Sukoharjo dan Kota Solo itu, karena melihat karakter masyarakat setempat yang suka jajan.

Dia juga juga sengaja mengambil lokasi di tepi sawah, agar nuansa Bandung lebih terasa.

Meski sekarang baso aci rumahan banyak yang dijual online, Syafira  mengaku punya modal besar yang bisa menjadi pembeda dari bakso aci lain. Kuncinya ada pada bumbu rahasia yang dia kembangkan sendiri.

Perempuan lulusan Akademi Pariwisata NHI Bandung ini tak mau ngasal menggunakan bumbu untuk menu bakso aci buatannya. Mulai dari pemilihan rempah, daging, hingga tepung, ia menggunakan kualitas terbaik.

“Bumbunya kalau di bakso aci lain ada namanya bumbu atom, ini saya buat pakai kaldu sendiri dari daging. Bakso acinya saya buat dari tepung sagu dari Bandung,” kata dia.

Pada pembukaan di hari pertama 7 Agustus lalu, rumah makan ini  berhasil menjual hingga ratusan porsi dalam sehari.

Selain bakso aci, rumah makan berkonsep tersebut juga menyediakan menu lain. Ada beberapa menu khas Bandung lainnya seperti seblak, cireng, dan nasi sabil, seperti nasi gila.

Untuk bakso aci sendiri, dia menjual beberapa varian. Salah satu yang spesial adalah baso aci dengan isian kerongkongan sapi. Ada juga isian lain seperti siomay goreng, siomay kukus, dan juga kerupuk-kerupuk khas Bandung buatan sendiri. Menu minuman juga setali tiga uang, tetap khas Bandung seperti es oyen (semacam es campur) dan es cendol khas Bandung. Meski begitu, rumah makan yang ada di wilayah Solo Raya ini tetap menyesuaikan dengan lidah orang Solo dan sekitarnya, termasuk dari sisi penyajian. (ant/red)

Avatar

By tam

Tinggalkan Balasan

Lagi Hangat Selamat Hari Bakti TNI AU Ke-74 Qoutes of day