Bandung–GeRal: Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Wantannas RI) menganggap masalah pandemi Covid-19 sudah mulai mengancam stabilitas nasional apabila tidak ditangani secara komprehensif.

Gerakan vaksinasi oleh Wantannas RI bekerja sama dengan berbagai pihak di Jawa Barat merupakan upaya agar Indonesia segera keluar dari pandemi Covid-19.

“Meskipun telah terjadi penurunan yang menggambarkan suatu keberhasilan, kita masih perlu waspada serta mematuhi prokes,” kata Sekretaris Jenderal Wantannas Laksdya TNI Harjo Susmoro saat membuka gerakan vaksinasi di kompleks masjid Al Jabbar Kota Bandung Jawa Barat, Senin (23/8).

Menurut Harjo, kegiatan vaksinasi Wantannas bertujuan mendorong akselerasi dan percepatan program vaksinasi nasional yang diselenggarakan pemerintah.

Wantannas memilih Jawa Barat karena target pencapain di provinsi tersebut masih 21,9 persen sementara pencapaian nasional 27 persen.

“Padahal target pemerintah adalah tercapainya vaksinasi 80 persen hingga bulan Desember 2021. Ini yang ingin kami cari tahu, kenapa demikian?” jelas Harjo.

Menurut dia, masalah ini bukan hanya terjadi di Jawa Barat tapi juga di beberapa daerah lain.

Sesjen Wantannas menyebut bahwa masalah utamanya adalah  terkait proporsionalitas pembagian vaksin yang tidak sesuai.

“Masalah kurangnya jumlah stok vaksin akan kita catat dan kita laporkan ke Presiden, dan kami akan memberikan masukan strategis bagaimana vaksin seharusnya terdistribusi dengan baik ke masyarakat,” kata Harjo.

Jabar Butuh 15 Juta Dosis Vaksin per Bulan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan bahwa vaksinasi merupakan bagian dari bela negara.

“Semua yang mengaku anak bangsa Indonesia harus ikut bela negara perang melawan musuh yang bernama Covid-19,” kata Kang Emil saat memberi sambutan dalam pembukaan vaksinasi Wantannas.

Menurut Kang Emil, puncak kedaruratan Covid-19 di Jawa Barat sudah lewat. Bulan lalu, keterisian rumah sakit mencapai 91 persen, tapi hari ini keterisian RS untuk Covid-19 hanya 22 persen.

“Itu terendah dalam sejarah penangan Covid-19,” ujarnya.

Kang Emil juga mengungkapkan masalah vaksinasi di Jawa Barat. Menurutnya Provinsi Jabar adalah yang paling rawan di saat Covid-19 karena jumlah penduduknya paling banyak, yaitu 50 juta jiwa.

Itu sebesar Korea Selatan. Tapi anggaran kami hanya sebesar satu kira-kira satu persen dibandingkan Korea Selatan tapi kualitas penyelamatannya harus sama. Maka lebih susah jadi gubernur Jawa Barat,” kelakar Kang Emil.

Dia merinci bahwa yang harus divaksin di Jawa Barat adalah 37 juta orang. Jika dikali 2 dosis maka Jawa Barat membutuhkan sekitar 75 juta dosis vaksin.

“Masalahnya, kami baru dikasih 13 juta dosis,” ungkap Kang Emil.

Sementara, menurut Kang Emil DKI Jakarta hari ini mendapat 15 juta dosis vaksin, padahal penduduknya 10 juta.

“Tiap hari Jabar pecah rekor vaksinasi 200 ribu vaksin per hari. Untuk ukuran seluruh Indonesia kecepatan ini sudah tertinggi. Tapi karena kami dikasih hanya segitu, kami menghabiskan apa adanya saja,” jelasnya.

Ridwan Kamil menyimpulkan, jika pada bulan Desember 2021 target vaksin 80 persen mau tercapai, sebagaimana target Presiden, maka pihaknya meminta 15 juta dosis per bulan dan 75 juta dosis sampai bulan Desember.

“Kami memohon Wantannas menyampaikan kepada Bapak Presiden,” curhat Kang Emil.

Gerakan vaksinasi Wantannas berlangsung dari tanggal 23-29 Agustus 2021, tersebar di lebih dari 2.300 titik di Jawa Barat dengan Sentra Vaksinasi di Masjid Al Jabbar Gedebage Kota Bandung.

Di Sentra Vaksinasi tersebut dibatasi hingga 10 ribu orang saja selama kegiatan berlangsung, mengingat untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

Masyarakat yang  belum mendapatkan jatah vaksin di Sentra Vaksinasi Masjid Al Jabbar bisa mendapatkannya di titik-titik vaksinasi yang telah tersedia terutama di wilayah Bandung dan Jawa Barat.

Secara keseluruhan Wantannas menargetkan vaksinasi sebanyak 650.000 orang di wilayah Jawa Barat.

Wantannas merupakan lembaga pemerintah yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Sesjen Wantannas merupakan bagian dari Wantannas yang beranggotakan seluruh kementerian.

Tugas Wantannas adalah membahas dan memberikan masukan serta rancangan strategi terkait masalah kedaruratan. Pandemi Covid-19 sudah dianggap sebagai bagian dari kedaruratan nasional. (tam)

Avatar

By tam

Tinggalkan Balasan

Lagi Hangat Selamat Hari Bakti TNI AU Ke-74 Qoutes of day