Jakarta – GeRal.Hal ini berdasarkan Surat Presiden yang diajukan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rabu (3/11).

Jenderal Andika telah menjabat tiga tahun sebagai Kepala Staff Angkatan Darat (KASAD) sejak November 2018. Ia menggantikan Jenderal Mulyono yang pensiun pada Januari 2019.

Dengan segudang prestasinya sebagai KASAD dan sosok pribadinya yang low profile, Presiden Joko Widodo menilai bahwa sosok Andika sangat pantas untuk menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai panglima TNI yang akan menginjak pensiun (diperkirakan 8 November 2021) diusianya ke 58.

Selain Sosok Jenderal Andika Perkasa, ada juga sosok nama lain seperti Kepala Staff Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Yudo Margono.

Sementara itu, usai menerima Surpres tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan pihaknya segera merespons Surat Presiden (Surpres) tentang calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada 4-5 November 2021. Dimana Tes itu sendiri akan dilakukan oleh Komisi I DPR.

Sesuai UU TNI, persetujuan DPR RI terhadap calon Panglima yang diusulkan oleh Presiden, disampaikan kepada Presiden paling lambat 20 (dua puluh) hari, tidak termasuk masa reses, terhitung sejak permohonan persetujuan calon Panglima diterima oleh DPR RI.

“Jadi kalau prosesnya bisa lebih cepat, tentu lebih baik,” ujar Puan

“Begitu Surpres diterima hari ini, Badan Musyawarah DPR akan langsung menggelar rapat dan menjadwalkan fit and proper test calon Panglima TNI hari Kamis sampai dengan Jumat,” terangnya.

Bamus DPR juga memutuskan hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI akan segera dibawa ke Rapat Paripurna DPR pada 8 November 2021.(red)

Avatar

By admin

GeRal (https://geraijenderal.id) merupakan platform berbagi informasi positif, Independen tentang ketahanan pangan dan berita inspirasi informasi Bisnis & UMKM se-Indonesia dengan bermacam potensi yang dimiliki.

Tinggalkan Balasan