Jakarta – GeRal.Kondisi saat ini banyak generasi muda yang nyaris melupakan kebudayaan Betawi.Seiring berjalannya waktu, ternyata perkembangan digital tak terbendung lagi. Era internet of things yang berdampak pada revolusi industri 4.0. telah menghadirkan disrupsi pada berbagai aspek kehidupan. Kondisi ini berdampak pada pola kehidupan manusia dan budayanya, termasuk didalamnya adalah kebudayaan betawi.
Invensi tradisi memberikan banyak dampak bagi kehidupan masyarakat. Invensi tradisi juga memberikan dampak yang sangat besar bagi pelestarian budaya yang mendukung kegiatan pariwisata. Sebaliknya, dampak yang ditimbulkan oleh pariwisata terhadap kebudayaan tidak terlepas dari pola interaksi yang terjadi di dalamnya. Dinamika dalam interaksi dapat berdampak positif maupun negatif. Tentunya yang kita inginkan adalah pola interaksi yang positif, dimana penggunaan potensi alam dan atribut budaya dapat memperkuat dan meningkatkan pariwisata dan sebaliknya pariwisata juga mampu memajukan kebudayaan dan jangka panjangnya mampu mewujudkan kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakatnya.

Sponsor
Sponsor


Terkait dengan fenomena tersebut munculnya generasi Z makin melupakan akar budaya dan lebih miris lagi sosok tokoh dan pahlawan asli Betawi makin hilang dari idola populer .Sebut saja Mohamad Husni Thamrin ,Benyamin Sueb dan Ismail Marzuki tergilas secara digital dimata generasi milenial dan generasi Z.
Bertempat di Graha Etnikom ,Kamis (2/12/2021)gagasan untuk membuat Betawi Bangkit mereka yang para pemerhati budaya dan kearifan lokal khusus nya Betawi membuat wacana 2022 Betawi Bangkit sebagai kekuatan kolektif kebudayaan untuk mengembalikan kekuatan Budaya Betawi dan Pahlawan dari Betawi sebagai inspirasi untuk melahirkan warisan budaya yang abadi.
H. Biem Benjamin Salah satu Penggagas program Betawi Bangkit adalah pemanfaatan Digital dan Media untuk sarana membangun jejaring, promosi dan penguatan identitas budaya Betawi yang salah satunya melalui pagelaran budaya dan kolaborasi kekuatan seniman Betawi ujarnya.
Hadirnya era baru industri 4.0 menjadi tantangan baru bagi masyarakat Betawi . Sistem otomasi di era industri 4.0 ini bukan hanya akan merevolusi keadaan masyarakat dari sisi teknologi informasi yang serba instan. Tetapi, aspek kebudayaan pun akan terkena dampaknya tegas Asep Pemerhati budaya Betawi.
Kearifan Lokal Betawi dapat merupakan jawaban kreatif terhadap situasi geografis- geopolitis, historis Betawi secara lengkap dan terus berkesinambungan sebagai sebuah aset dan kekuatan untuk menopang kekuatan budaya Nasional.(Djo)

Avatar

By admin

GeRal (https://geraijenderal.id) merupakan platform berbagi informasi positif, Independen tentang ketahanan pangan dan berita inspirasi informasi Bisnis & UMKM se-Indonesia dengan bermacam potensi yang dimiliki.

Tinggalkan Balasan

Berita Terhangat Qoutes of day